EFEKTIVITAS PENYEMBUHAN LUKA BAKAR AKIBAT PEMBERIAN GEL ESTRAK ETANOL DAUN CENGKEH (Syzygium aromaticum L.) PADA KELINCI (Oryctolagus cuniculus)
Isi Artikel Utama
Abstrak
Luka bakar merupakan kerusakan organ dapat terjadi sebagai akibat dari cedera atau kehilangan jaringan kulit yang disebabkan oleh paparan panas, yang meliputi api, bahan kimia, listrik, maupun radiasi. Terapi topikal pada luka bakar dapat digunakan untuk mempercepat proses penyembuhan. Daun cengkeh mengandung metabolit sekunder berupa flavonoid, tanin, saponin yang dapat digunakan untuk menyembuhkan luka terbuka dan pencegahan infeksi luka karena mempunyai daya antiseptik serta mempunyai aktivitas antibakteri dan antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan sediaan gel dari ekstrak daun cengkeh sebagai penyembuhan luka bakar dari sediaan gel tersebut agar tidak menimbulkan infeksi pada kulit. Sediaan gel dibuat dalam 2 formula dengan konsentrasi 10% dan 15%, masing-masing dilakukan uji pada hewan uji kelinci. Kelinci dicukur bulunya di sekitar area punggung untuk dilakukan induksi luka bakar menggunakan lempengan besi panas. Perlakuan diberikan sesuai kelompok yaitu gel ekstrak daun cengkeh untuk kelompok perlakuan, Bioplacenton® untuk kontrol positif, serta basis gel untuk kontrol negatif. Pengamatan dilakukan dengan mengukur diameter luka pada hari ke-0 dan ke-15, kemudian data dianalisis menggunakan SPSS. Gel luka bakar dari esktrak daun cengkeh mempunyai efektivitas dalam penyembuhan luka bakar sebesar 60,98% pada formula 1 dan 77,16% pada formula 2. Formula gel yang efektif dalam memberikan penyembuhan luka bakar pada kelinci adalah formula 2.