Tingkat Pengetahuan Masyarakat Terhadap Swamedikasi Obat Batuk di Desa Watugede RT 07 RW 15 Singosari.
Isi Artikel Utama
Abstrak
Swamedikasi atau disebut pengobatan sendiri merupakan tindakan mengobati gejala atau penyakit tanpa memerlukan resep dari dokter. Batuk merupakan keluhan ringan yang sering menjadi alasan masyarakat melakukan praktik swamedikasi. Meski swamedikasi bisa bermanfaat, jika dilakukan secara tidak tepat dapat menimbulkan dampak negatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pengetahuan masyarakat Desa Watugede terhadap swamedikasi obat batuk. Desain penelitian menggunakan observasional deskriptif dengan pendekatan cross-sectional dan melibatkan 65 responden yang dipilih secara accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tertutup yang telah diuji validitas (r = 0,558–0,672) dan reliabilitas (α = 0,747). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik (89%), diikuti pengetahuan cukup (9%) dan kurang (2%). Karakteristik responden didominasi oleh perempuan (71%), usia 20–29 tahun (43%), bekerja sebagai ibu rumah tangga (34%), dan memperoleh informasi obat terutama dari tenaga kesehatan (45%). Pengetahuan yang baik ini dipengaruhi oleh faktor usia produktif, peran tenaga kesehatan, serta kemudahan akses informasi. Kesimpulannya, tingkat pengetahuan masyarakat Desa Watugede terhadap swamedikasi obat batuk tergolong baik, namun diperlukan edukasi kesehatan berkelanjutan untuk mempertahankan dan memperluas literasi obat di masyarakat.