UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAN FRAKSI DAUN KOPASANDA (Chromolaena odorata L.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus
Isi Artikel Utama
Abstrak
Daun kopasanda (Chromolaena odorata L.) mengandung flavonoid, tanin, saponin, dan alkaloid yang
berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan menguji aktivitas antibakteri fraksi n-heksan, etil
asetat, dan udara dari ekstrak etanol daun kopasanda terhadap Staphylococcus aureus, serta menentukan
fraksi paling aktif, Konsentrasi Hambat Minimum, dan Konsentrasi Bunuh Minimum. Ekstraksi dilakukan
dengan metode maserasi menggunakan etanol 70%, kemudian difraksinasi menggunakan n-heksan, etil
asetat, dan udara. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram pada konsentrasi 20,
10, dan 5%, untuk menentukan fraksi teraktif, kemudian dilanjutkan uji menggunakan metode dilusi
dengan rentang konsentrasi 50; 25; 12,5; 6,25; 3,12; 1,56; 0,78; dan 0,39%; untuk mengetahui nilai KHM
dan KBM. Hasil dari uji difusi dijelaskan secara statistik menggunakan metode one way ANOVA untuk
melihat perbedaan zona hambat antar fraksi. Hasil KLT menunjukkan ekstrak dan semua fraksi memiliki
gambaran golongan kandungan kimia senyawa flavonoid, alkaloid, tanin, kecuali fraksi udara yang
hanya menunjukkan keberadaan saponin. Hasil uji difusi menunjukkan bahwa fraksi etil asetat merupakan fraksi paling aktif dengan diameter zona hambat sebesar 26,36 mm pada konsentrasi 20%. Nilai KHM
tidak dapat ditentukan karena warna fraksi terlalu gelap, sedangkan nilai KBM fraksi etil asetat terhadap
Staphylococcus aureus adalah 12,5%.