Review Artikel: Tumbuhan Dari Arboretum Garut Yang Berpotensi Sebagai Hepatoprotektor
Isi Artikel Utama
Abstrak
Hepar atau hati berperan penting dalam proses metabolisme, konjugasi dan detoksifikasi, karena mengkonsumsi berbagai zat beracun dapat menyebabkan kerusakan hati. Penting melakukan pencegahan paparan zat toksik atau penggunaan zat yang dapat melindungi hati yaitu hepatoprotektor yang dapat diperoleh dari bahan herbal salah satunya berasal dari tanaman Arboretum Garut. Koleksi tanaman Arboretum Garut telah diiventarisasi tetapi belum teridentifikasi mengenai efek hepatoprotektor dari tumbuhan tersebut. Review artikel ini bertujuan mencari informasi ilmiah beberapa tanaman yang berada di Arboretum Garut yang berpotensi memiliki aktivitas hepatoprotektor. Metode yang digunakan berupa studi literatur tahap pertama studi literatur secara offline dari beberapa buku ilmiah, selanjutnya studi literatur secara online berupa artikel ilmiah yang dimuat secara online di jurnal nasional dan internasional terakreditasi dan diterbitkan 10 tahun terakhir. Berdasarkan hasil review terdapat 25 tanaman dari 20 suku berpotensi memiliki aktivitas hepatoprotektor yang sudah diuji secara in vivo ditandai dengan penurunan aktivitas enzim ALT, AST, ALP, kadar bilirubin, dan MDA, peningkatan kadar albumin, dan protein total, serta perbaikan histopatologi hati. Tanaman-tanaman tersebut adalah: Anacardiaceae (mangga dan jambu monyet), Mimosaceae (petai dan trembesi), Lauraceae (alpukat dan kayu manis), suku Moraceae (nangka dan sukun), Musaceae (pisang), annonaceae (sukun), Apocynaceae (pule ), Clusiaceae (manggis), Ebenaceae (kesemek), Elaocarpaceae (kersen), Euphorbiaceae (singkong), Lamiaceae (jati), Magnoliaceae (campaka kuning), Malvaceae (gedi), Oxalidaceae (belimbing wuluh), Punicaceae (delima), Rutaceae (jeruk nipis), Sapindaceae (matoa), Sapotaceae (sawo manila).