MONITORING SIDE EFFECTS OF ANTITUBERCULOSIS DRUGS (OATS) IN PATIENTS WITH TUBERCULOSIS AT TUGUREJO REGIONAL GENERAL HOSPITAL SEMARANG
Isi Artikel Utama
Abstrak
Pemantauan efek samping obat antituberkulosis (OAT) pada pasien tuberkulosis (TB) selama fase pengobatan intensif. Tuberkulosis, yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis, memerlukan penggunaan OAT yang dapat menimbulkan berbagai efek samping. Penelitian menunjukkan bahwa efek samping umum yang dialami pasien TB meliputi nyeri sendi, mual, kurang nafsu makan, dan pusing. Tingginya kejadian efek samping ini berpotensi mempengaruhi kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan, yang berdampak pada keberhasilan terapi TB.
Metode penelitian yang digunakan adalah observasional deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Data diambil dari pasien yang menjalani pengobatan di berbagai rumah sakit dan pusat kesehatan. Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar pasien mengalami efek samping ringan, dengan frekuensi yang bervariasi tergantung pada minggu pengobatan. Pada minggu pertama, hampir semua pasien melaporkan efek samping, sementara frekuensinya cenderung menurun seiring waktu.
Pemantauan rutin terhadap efek samping OAT sangat penting untuk meningkatkan kepatuhan pasien dan mencegah putusnya pengobatan. Petugas kesehatan diharapkan melakukan evaluasi berkala dan memberikan dukungan kepada pasien agar tetap termotivasi. Dengan pemantauan yang efektif, risiko efek samping serius dapat diminimalisir, dan hasil pengobatan bagi pasien TB dapat ditingkatkan