Formulasi Dan Evaluasi Fisik Sediaan Shaving Cream Ekstrak Rimpang Kunyit (Curcuma longa Linn.)
Isi Artikel Utama
Abstrak
Folikel rambut merupakan bagian kulit yang tidak dapat dihindari dan pertumbuhannya bisa membuat sebagian orang merasa tidak nyaman. Penggunaan shaving cream dapat membantu proses pencukuran, namun penggunaan harian bisa menyebabkan kulit menjadi kering. Kunyit (Curcuma longa Linn.) sering digunakan dalam kosmetik karena memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi yang menjaga kelembaban dan mengurangi kemerahan pada kulit. Kurkumin dalam kunyit juga memiliki efek antiandrogenik yang dapat menghilangkan rambut halus. Penelitian ini menggunakan kurkumin yang terkandung dalam kunyit sebagai zat aktif shaving cream yang memiliki konsentrasi 0,1%; 0,25%; 0,5%. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan penangkapan radikal DPPH (2.2-diphenyl-1-picylhidrazyl) sehingga menghasilkan IC50 pada ekstrak kunyit sebesar 94,63 ppm. Hasil skrining fitokimia pada ekstrak diketahui mengandung metabolit sekunder yang berhasil dianalisis adalah Flavonoid, Alkaloid, Triterpenoid, Tannin, Antrakuinon, dan Polifenol. Evaluasi fisik sediaan shaving cream ekstrak rimpang kunyit memenuhi syarat, kecuali pada pengujian pH. Hasil penelitian diperoleh nilai IC50 shaving cream ekstrak rimpang kunyit berturut-turut adalah 1377.78 ppm pada F1; 1591.55 ppm pada F2; dan 1637.93 ppm pada F3, sehingga masih tergolong sangat lemah dan kurang efektif. Pada uji kelembapan kulit terhadap 10 responden dengan 5 wanita dan 5 pria terjadi peningkatan % moisture setelah penggunaan shaving cream pada hari ke-1, 3, 5 dan 7.