Studi Fitokimia Kulit Nanas: Pengaruh Metode Pengeringan terhadap Kandungan Flavonoid Ekstrak Etanol Studi Fitokimia Kulit Nanas: Pengaruh Metode Pengeringan terhadap Kandungan Flavonoid Ekstrak Etanol

Isi Artikel Utama

Ananta Wahyuningtiastuti
Atalia Tamo Ina Bulu
Margareta Retno Priamsari
Ayu Ina Solichah

Abstrak

Limbah makanan merupakan sisa bahan pangan yang terbuang pada tahap konsumsi di akhir rantai pasok makanan. Salah satu limbah yang memiliki potensi pemanfaatan sebagai obat tradisional adalah kulit nanas. Kulit nanas diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, saponin, dan tanin. Di antara senyawa tersebut, flavonoid dikenal memiliki aktivitas sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kadar flavonoid total dari ekstrak kulit nanas yang dikeringkan menggunakan dua metode pengeringan yang berbeda. Metode pengeringan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengeringan menggunakan sinar matahari langsung dan pengeringan dengan oven pada suhu 50 °C. Kulit nanas yang telah dikeringkan diekstraksi menggunakan pelarut etanol 96% dengan metode sokletasi. Identifikasi senyawa metabolit sekunder dalam ekstrak etanol kulit nanas dilakukan melalui uji reaksi warna dan Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Penetapan kadar flavonoid total dilakukan dengan metode kolorimetri menggunakan reagen AlCl₃, dan diukur dengan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 439 nm. Kuersetin digunakan sebagai standar pembanding (standar baku). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen ekstrak kulit nanas dengan metode pengeringan sinar matahari adalah sebesar 5,60% b/b, sedangkan dengan metode oven sebesar 5,75% b/b. Hasil uji KLT menunjukkan nilai Rf sebesar 0,85; 0,80; dan 0,91. Kadar flavonoid total ekstrak kulit nanas dengan metode pengeringan sinar matahari sebesar 35,44 ± 0,55 mgQE/gram, sedangkan dengan metode oven sebesar 25,40 ± 0,98 mgQE/gram. Hasil analisis statistik menggunakan uji Independent Sample T-Test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kadar flavonoid total dari ekstrak kulit nanas berdasarkan metode pengeringan yang digunakan.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Wahyuningtiastuti, A., Bulu, A. T. I., Priamsari, M. R., & Solichah, A. I. (2025). Studi Fitokimia Kulit Nanas: Pengaruh Metode Pengeringan terhadap Kandungan Flavonoid Ekstrak Etanol: Studi Fitokimia Kulit Nanas: Pengaruh Metode Pengeringan terhadap Kandungan Flavonoid Ekstrak Etanol. Jurnal Farmasi & Sains Indonesia, 8(1), 188-195. https://doi.org/10.52216/jfsi.vol8no1p188-195
Bagian
Articles